Doa menjadi inti dari setiap pelaksanaan ibadah. Dengan kemuliaan haramain, setiap muslim sebaiknya menyiapkan doa terbaik saat di sana. Dengan persiapan doa terbaik ketika umroh, pelaksanaan ibadah akan semakin khusyuk. Selebihnya, hajat akan lebih cepat terkabul.


Tidak dipungkiri setiap orang memiliki hajat dalam hidup. Dan dapat berkunjung ke Tanah Suci merupakan keberuntungan tersendiri. Sebab dalam berbagai riwayat, berdoa saat haji dan umroh akan lebih mustajab. 


Lantas ketika berkesempatan melakukan ibadah umroh, doa apa saja yang bisa dipanjatkan? Dan di antara doa yang ada, apakah ada doa terbaik? 


Apa Itu Doa Terbaik?

Doa terbaik saat ibadah umroh, Sumber: pexels.com


Pada dasarnya setiap doa adalah baik. Sebab ketika seorang muslim berdoa, tentu harapannya dikabulkan dengan limpahan kebaikan. Dimana doa sendiri isinya adalah harapan akan pertolongan Allah Subhanahu wa Ta’ala.


Dengan demikian tidak ada salahnya ketika berdoa seorang muslim mengisinya dengan harapan masing-masing. Yaitu berdoa kepada Allah dengan hajat yang ingin diraih. Baik itu berkenaan dengan duniawi, maupun ukhrowi.


Namun tentu dalam Islam terdapat doa terbaik. Sebagaimana amalan umroh, doa terbaik ketika umroh maksudnya adalah apa yang diajarkan oleh Rasulullah. Atau doa tersebut sering dipanjatkan oleh beliau Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dalam pelaksanaan haji dan umrohnya.


Dengan demikian dapat diketahui doa terbaik adalah yang pernah dilakukan oleh manusia terbaik. Dimana mencontoh apa yang telah Rasulullah lakukan tentu lebih baik dari pada inisiatif sendiri. Meskipun berdoa dengan inisiatif sendiri tetap sah menurut syariat.


Berdasarkan hal tersebut, sebaiknya setiap muslim mencari informasi terkait doa yang pernah Rasulullah panjatkan saat haji dan umroh. Dan di sela-sela doa terbaik itu, seorang muslim bisa mengisinya dengan doa menurut hajat masing-masing.


Doa Terbaik Ketika Umroh

Waktu doa terbaik saat umroh, Sumber: pexels.com


Keutamaan ibadah umroh akan lebih dekat pada jamaah jika mengisi ibadah dengan doa terbaik. Dan berikut adalah beberapa doa terbaik ketika umroh yang pernah Rasulullah lakukan:


1. Doa Saat Thawaf


Thawaf merupakan satu rukun umroh yang tidak boleh ditinggalkan oleh jamaah. Bahkan sebuah larangan saat ada jamaah yang melakukannya secara terpotong. Sebagai bagian ibadah, kesempurnaannya ketika dilakukan sekaligus.


Selain itu sempurnanya thawaf ketika jamaah juga mengisinya dengan doa terbaik. Sebab pada dasarnya thawaf sendiri dilakukan dengan mengelilingi Baitullah. Doa terbaik ketika thawaf menjadi lebih mustajab karenanya.


Adapun menurut buku Fiqh Umroh karangan Muhammad Ajib Lc, M.A, Rasulullah ketika thawaf selalu memanjatkan doa,

رَبَّنَا اَتِنَا فِيْ الدُّنْيَا حَسَنَةً وَ فِيْ الْاَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Rabbanaa aatinaa fiddunyaa hasanah wa fil aakhirati hasanah wa qinaa ‘adzaa bannaar

Artinya, “Wahai Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan hindarkanlah kami dari siksa neraka”.


2. Doa Saat Sa’i


Sa’i termasuk dalam rukun umroh yang juga tidak bisa ditinggalkan jamaah. Dimana saat melakukannya, biasanya jamaah mengisinya dengan dzikir. Untuk kesempurnaan, jamaah juga mengisi amalan sa’i dengan membaca doa berikut,

اللَّهُ اَكْبَرُ اللَّهُ اَكْبَرُ اللَّهُ اَكْبَرُ اللَّهُ اَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيْرًا وَ سُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَ اَصِيْلًا

Allahu akbar Allahu akbar Allahu akbar Allahu akbar kabiran wal hamdulillah katsiran wa subhaanallahu bukrotan wa ashiilan

Artinya, “Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Maha Besar Allah segala puji bagiNya, Maha Suci Allah baik pagi maupun petang”.


3. Doa Minum Air Zam-zam


Saat melaksanakan umroh, setiap jamaah pasti akan minum air Zam-zam. Selain memiliki banyak manfaat, air ini juga memiliki banyak keutamaan. Dimana saat meminumnya jamaah dianjurkan untuk berdoa terlebih dahulu.

Berikut doa yang bisa dipanjatkan,

اَللَّهُمَّا اِنِّيْ أَسْاَلُكَ عِلْمًا نَفِعًا وَ رِزْقًا وَاسِعًا و شِفَاءً مِنْ كُلِّ دَاءٍ

Allahummaa innii as aluka ‘ilman naafi’an wa rizqon waasi’an wa syifaa an min kulli daain

Artinya, “Ya Allah sungguh aku meminta kepadaMu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang luas dan kesembuhan dari segala penyakit”.


4. Doa Mencukur Rambut


Dalam pelaksanaan ibadah umroh jamaah juga diharuskan untuk mencukur rambut. Dimana dalam hal ini boleh memotong sebagian, atau bahkan seluruh rambut. Dan melakukan amalan ini juga ada doa yang perlu untuk dibaca.

Doa ketika akan mencukur rambut adalah,

اللَّهُمَّ اثْبُتْ لِيْ بِكُلِّ شِعْرَةٍ حَسَنَةً وَ امْحُ عَنِّيْ بِهَأ سَيِّئَةً وارْفَعْ لِيْ عِنْدَكَ دَرَجَةً

Allahummatsbut lii bi kulli syi’rotin hasanatan wamhu ‘annii bihaa sayyiatan warfa’ lii ‘indaka darojatan

Artinya, “Ya Allah tetapkanlah kebaikan bagiku lantaran setiap helai rambut ini, hapuslah setiap keburukan dariku lantaran rambut ini dan angkatlah derajatku di sisiMu”.


Nah itulah beberapa doa yang bisa dibaca dalam pelaksanaan ibadah umroh. Selain doa di atas, tentu masih ada doa lain yang diajarkan dalam Islam. Selain itu jamaah juga bisa menambahkan doa sesuai dengan hajat masing-masing.


Perkataan Baik Termasuk Doa

Menjaga perkataan baik saat menjalankan ibadah umroh, Sumber: pexels.com


Selain itu ketika melaksanakan ibadah umroh, setiap jamaah juga perlu untuk menjaga perkataan. Selain menjaga dari perkataan sia-sia, sebaiknya jamaah hanya berkata yang baik.


Terlebih jika jamaah mengambil umroh Ramadhan. Dengan kesucian bulan tersebut dan mulianya haramain, tentu setiap perkataan yang baik akan menjadi doa. Sebab pada pada dasarnya perkataan baik adalah cerminan dari seorang muslim.


Allah berfirman dalam Surat Al Baqarah ayat 197 yang artinya,

“(Musim) haji adalah beberapa bulan yang diketahui. Barangsiapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, maka tidak boleh rafats, berbuat fasik, dan berdebat dalam masa pengerjaan haji”.


Haji dan umroh merupakan ibadah yang serupa. Dengan demikian jika dalam haji dilarang untuk berdebat, maka hal itu berlaku juga dalam pelaksanaan umroh. Sebab berdebat sangat rentan memunculkan perkataan buruk dari seorang muslim.